Langsung ke konten utama

Sekarang Saja

Bismillaah...

"Alhamdulillaah, semester ini IPku naik, naik terus dari semester pertama."
"Wah, alhamdulillaah. Semoga semester berikutnya dapat 4 yaa? Aamiin."
"Iya, aamiin, semoga nanti semester 8 bisa dapat 4."
"Loh, kenapa semester 8? Semester depan aja!"
"Takut nanti nggak bisa mempertahankan. Penginnya bisa naik terus, nggak turun, hehe."

Kawanku,
Mengapa harus takut? Selagi mampu, mengapa tidak dimaksimalkan sekarang saja?
Apakah kita menjamin apa yang akan terjadi nanti? Belum tentu setiap semester kondisinya akan terus baik dan mendukung proses kita kan?
Bukan, bukannya berprasangka atau mendoakan yang tidak baik, hanya mengingatkan saja (untuk mengingatkan diri sendiri juga).
Jika nanti kita berada di puncak, kemudian kita jatuh, bukankah sudah biasa seperti itu? Bukankah dalam hidup kita sering mengalami itu?
Jadi, jangan takut ya, maksimalkan sekarang saja! 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sama

Bismillaah... Mungkin ada dari kita yang kadang merasa ujiannya lebih berat atau lebih ringan dari ujian orang lain. Sepertinya tidak begitu ya? Kemampuan makhluk Allah berbeda-beda, ujian yang diberikan Allah pun pasti berbeda-beda sesuai dengan kemampuan makhlukNya, tidak melebihi kemampuan itu, dan Allah Maha Adil. Ujian yang Allah berikan kepada kita sesuai dengan kemampuan kita, dan ujian yang Allah berikan kepada orang lain pun sesuai dengan kemampuan mereka, tidak lebih berat atau lebih ringan, semua sama saja, pas sesuai porsi kemampuan masing-masing.

Saat Bahagia

Bismillaah... Saat kita bahagia, kita bisa memanfaatkan kebahagiaan itu untuk melakuakan kebaikan sebanyak-banyaknya! Karena biasanya saat kita bahagia mau melakukan apa pun dengan hati senang kan? Nah, bersyukurnya juga jangan lupa tapi ya! 😁 "Jangan meremehkan kebaikan sedikit pun, walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan." (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722)

Harusnya

Bismillaah... Jika aku percaya bahwa rencana Allah selalu yang terbaik untuk hamba-hambaNya, mengapa aku harus kecewa kemudian marah dengan suatu keadaan? Harusnya aku mampu bersabar dan mengambil hikmah atas keadaan itu. Astaghfirullaah.