Bismillaah... Ingin sedikit bercerita tentang pengalamanku. Ini tentang ujian TOEFL-Like, sebagai salah satu syarat pendadaran-yudisium di universitas tempatku belajar. Jadi, waktu itu hari Selasa pagi, ada temanku sms ngajak aku daftar ujian TOEFL-Like tersebut. Pada waktu itu, aku belum belajar buat ujian TOEFLnya, persiapan materinya masih kurang. Terus juga, tabungan aku sudah mulai menipis, padahal setiap daftar ujian harus bayar 50 ribu rupiah, kalau gagal harus dafta r lagi dan bayar lagi. Aku berpikir, "Daftar nggak ya? Tapi belum belajar, kalau gagal harus daftar lagi, padahal sudah harus berhemat." Awalnya aku ragu gitu, belajar juga belum tapi mau coba-coba, kan sayang uangnya kalau nggak lulus. Tapi, dalam hati aku, aku itu yakin banget mau nyoba, "OK, aku mau daftar TOEFLnya." Akhirnya aku putuskan menerima ajakan temanku buat daftar ujian TOEFL itu. Selasa sore, aku dan temanku berangkat daftar. Pertama, kita ke bank dulu buat bayar uj...